Ditjen SDM Kesehatan Tinjau Telkom University, Perkuat Langkah Menuju Fakultas Kedokteran Berbasis Teknologi Digital
Bandung — Transformasi dunia kesehatan di era digital menuntut lahirnya tenaga medis yang tidak hanya piawai dalam praktik klinis, tetapi juga tangkas beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menjawab kebutuhan tersebut, Telkom University mengambil langkah progresif melalui pengembangan Fakultas Kedokteran dan Program Profesi Dokter yang mengusung fondasi teknologi digital. Inisiatif ini mendapat perhatian langsung dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang melakukan visitasi guna meninjau kesiapan institusi.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda administratif. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses strategis untuk merancang model pendidikan kedokteran yang selaras dengan kebutuhan masa depan. Di tengah percepatan inovasi kesehatan global, integrasi ilmu kedokteran dengan kecerdasan buatan, Internet of Medical Things (IoMT), hingga analitik data kesehatan dipandang sebagai kebutuhan yang tidak lagi dapat diabaikan.
Rektor Suyanto menegaskan bahwa pengembangan fakultas ini merupakan bagian dari kontribusi nyata kampus dalam mendukung transformasi sektor kesehatan nasional. Menurutnya, Telkom University berupaya melahirkan dokter yang tidak hanya unggul dari sisi kompetensi medis, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memanfaatkan teknologi sebagai instrumen peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Sementara itu, Yuli Farianti menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam membangun sumber daya manusia kesehatan yang relevan dengan tantangan zaman. Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor krusial dalam mewujudkan transformasi kesehatan nasional menuju visi pembangunan jangka panjang Indonesia.
Dukungan juga datang dari LLDIKTI Wilayah IV. Kepala LLDIKTI Wilayah IV menilai keunggulan Telkom University di bidang teknologi dapat menjadi diferensiasi yang memperkuat pengembangan pendidikan kedokteran yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dalam rangkaian visitasi tersebut, tim Telkom University memaparkan kesiapan institusi secara menyeluruh. Presentasi mencakup rancangan kurikulum berbasis teknologi digital, kesiapan ekosistem pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, hingga peta jalan pengembangan Fakultas Kedokteran dalam beberapa tahun mendatang. Selain sesi pemaparan, tim visitasi juga melakukan peninjauan fasilitas yang dipersiapkan untuk menunjang proses pendidikan kedokteran modern.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Telkom University untuk menghadirkan pendidikan kedokteran yang berpijak pada inovasi. Fakultas Kedokteran yang tengah dipersiapkan diharapkan mampu melahirkan tenaga medis yang humanis, berdaya saing tinggi, serta memiliki pemahaman mendalam terhadap pemanfaatan teknologi dalam praktik kesehatan.
Melalui pengembangan Fakultas Kedokteran berbasis digital, Telkom University tidak hanya memperluas cakupan keilmuan yang dimiliki, tetapi juga mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan yang berupaya menjembatani kebutuhan dunia kesehatan dengan kemajuan teknologi. Kehadiran fakultas ini diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional sekaligus mendorong lahirnya layanan kesehatan yang lebih cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan di masa mendatang



